January 26, 2023
11 11 11 AM
Citra Yogyakarta Sebagai Destinasi Favorit Dibayangi Kemiskinan Warga, Sultan HB X Siapkan Dua Strategi!
Stasiun Kereta Api Terbesar Se-Asia Tenggara di Bangkok Mulai Beroperasi, Setelah 10 Tahun Pembangunan
Imigrasi Buka Layanan Paspor pada Akhir Pekan Sampai 25 Januari
Seperti Indonesia, Selandia Baru Tak Wajibkan Tes Covid-19 untuk Pelancong Asal Cina
Malam Tahun Baru, Alun-alun Kidul Ditutup, Malioboro Bebas Akses!
Revitalisasi Keraton Surakarta Terganjal Konflik Internal, Gibran: Saya Tidak Bisa Intervensi!
Hong Kong Bakal Hapus Sejumlah Aturan Perjalanan bagi Turis Asing!
Lendot Khas Karimun: Paduan Nikmat Sagu, Kangkung dan Seafood!
Simak Langkah Mempersiapkan Libur Akhir Tahun agar Nyaman dan Hemat!
Long Stay di Vila Kini Jadi Tren Liburan Baru Setelah Staycation!
Latest Post
Citra Yogyakarta Sebagai Destinasi Favorit Dibayangi Kemiskinan Warga, Sultan HB X Siapkan Dua Strategi! Stasiun Kereta Api Terbesar Se-Asia Tenggara di Bangkok Mulai Beroperasi, Setelah 10 Tahun Pembangunan Imigrasi Buka Layanan Paspor pada Akhir Pekan Sampai 25 Januari Seperti Indonesia, Selandia Baru Tak Wajibkan Tes Covid-19 untuk Pelancong Asal Cina Malam Tahun Baru, Alun-alun Kidul Ditutup, Malioboro Bebas Akses! Revitalisasi Keraton Surakarta Terganjal Konflik Internal, Gibran: Saya Tidak Bisa Intervensi! Hong Kong Bakal Hapus Sejumlah Aturan Perjalanan bagi Turis Asing! Lendot Khas Karimun: Paduan Nikmat Sagu, Kangkung dan Seafood! Simak Langkah Mempersiapkan Libur Akhir Tahun agar Nyaman dan Hemat! Long Stay di Vila Kini Jadi Tren Liburan Baru Setelah Staycation!

Lendot Khas Karimun: Paduan Nikmat Sagu, Kangkung dan Seafood!

Daerah-daerah kepulauan di Provinsi Kepulauan Riau menyimpan berbagai macam makanan khas melayu. Salah satunya makanan unik bernama Lendot yang terdapat di Kabupaten Tanjung Balai Karimun.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lendot berarti bersandar dengan manja. Tidak hanya memiliki nama yang unik, makanan ini berbeda dengan yang lainnya. Kuahnya terbuat dari sagu yang dicampuri sayur dan ditambah gurihnya potongan siput, sotong atau udang.

Lendot bisa dijumpai di Tanjung Balai Karimun. Namun hanya beberapa warung tertentu yang menyediakannya, salah satunya di Warung Pesisir Uya ‘Arfana’.

Warung ini terdapat di jalan kawasan Coastal Area Karimun. Warungnya mudah diakses karena kawasan ini merupakan alun-alun masyarakat Karimun. Warung Uya tidak jauh dari tugu Tugu MTQ Kabupaten Karimun yang terdapat di Soastal Area.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Di warung itu, lendot menjadi menu khas. Meskipun ada berbagai macam makanan lainnya, seperti sate, nasi goreng, mi sagu, mi kuning dan lainnya. Di warung ini juga terdapat berbagai macam minuman, mulai dari cendol, jeruk peras hingga kopi hitam.

Rasa khas Lendot

Lendot disajikan dalam mangkok. Dari jauh, makanan ini seperti sayur-sayuran yang dimakan dengan nasi. Tetapi lendot sebenarnya adalah makanan ringan khas Karimun.

Dalam mangkok tersebut terdapat kuah bening, sayur kangkung yang sudah direbus serta potongan cabe. Tidak hanya itu, terdapat beberapa potongan seafood berukuran sedang di dalam Lendot.

Memakan Lendot seperti mengunyah sayuran kangkung yang sudah direbus, namun kuahnya terbuat dari sagu dan rasanya pedas. Dalam satu mangkok terdapat 8 potongan seafood.

Sensasi mengirup isi seafood dicampur kuah pedas dari sagu menunjukan makanan ini sangat khas di Melayu. “Ini memang makanan khas Melayu, dan memang pedas dari dulunya,” kata Surya pemilik Warung Uya, Ahad, 4 Desember 2022.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Surya mengatakan lendot sudah ada sejak turun temurun dari orang tuanya. Selain menggunakan bahan utama sagu, membuat lendot tidak menggunakan minyak goreng sama sekali tetapi langsung ditumis.

“Yang pedas berasal dari rasa belacan, khasnya memang pakai sayur, kalau pakai mi sudah beda lagi,” kata Uya yang sudah mengelola warung ini sejak 12 tahun lalu.

Uya mengatakan tidak banyak warung yang menjual lendot. Pembeli paling ramai ketika akhir pekan. “Ramainya hari Minggu, satu goni kangkung habis dalam satu hari,” kata dia.

Warung Uya mulai buka pada pukul 15.00 sampai pukul 21.00 WIB. Satu mangkok lendot biasa dibandrol Rp 10 ribu, lendot spesial Rp 20 ribu, sampai lendot udang Rp 13 ribu.

Salah seorang pengunjung Warung Uya, Mela mengatakan setiap kali ke Karimun dirinya selalu mencari lendot di Warung Uya. “Sedang jalan-jalan, kalau ke Karimun ingat lendot,” kata warga asli Kabupaten Bintan itu.

Begitu juga yang dikatakan Nando, salah seorang wisatawan dari Batam yang habis menyantap lendot. “Seafoodnya paling enak, pedasnya juga mantap,” kata dia.

Lendot sangat cocok dimakan ketika panas. Sebab, jika sudah dingin sagu dalam kuliner ini akan mencair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *